HOW DO I VALUE MYSELF

PENILAIAN DIRI

 

A. Latar Belakang

Pendidikan merupakan salah satu faktor yang tak dapat dipisahkan dari kehidupan seseorang, baik dalam keluarga, masyarakat dan bangsa. Negara berkembang seperti Indonesia, sangat dipengaruhi oleh perkembangan dunia pendidikan. Pendidikan bertujuan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa juga sekaligus meningkatkan harkat dan martabat manusia. Melalui pendidikan itulah diharapkan dapat tercapai peningkatan kehidupan manusia ke arah yang sempurna.

Oleh karena itu proses pendidikan hendaknya berlangsung secara berkesinambungan yang seharusnya tidak boleh berhenti dan harus terus berjalan seiring dengan usia manusia (long life education). Untuk itu suatu bangsa memerlukan pendidikan yang berkualitas yang tentunya akan menghasilkan sumber daya manusia yang dapat mengoptimalkan sumber daya yang lainnya . Pendidikan Nasional Indonesia pada Undang-Undang RI No.20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab II Pasal 3 menguraikan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan, membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertangung jawab.

Untuk mencapai tujuan UU tersebut diatas perlu memerhatikan beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan pendidikan itu sendiri yaitu: guru, siswa, sarana prasarana, lingkungan kerja, kurikulum. Dari faktor-faktor tersebut, guru dalam kegiatan pembelajaran menempati urutan sangat penting dan didukung faktor penunjang yang lain. Guru sebagai subjek pendidikan sangat menentukan keberhasilan pendidikan itu sendiri.

Harus diakui bahwa guru merupakan faktor utama dalam proses pendidikan meskipun fasilitas pendidikan lengkap dan canggih, namun kalau tidak ditunjang oleh keberadaan guru yang berkualitas maka mustahil akan menimbulkan proses pembelajaran yang optimal (Neni Utami; 2003:1 dalam http://www.iyoiye.com/forum/viewtopic.php?=13&t=1234). Oleh karena itu  keberadaan guru amatlah penting bagi suatu bangsa yang membawa konsekwensi kepadanya untuk meningkatkan peranan dan kemampuannya.

Hal tersebut diatas diperkuat oleh Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 pasal 20 (a) Tentang Guru dan Dosen, yang mencantumkan bahwa tugas keprofesionalan guru adalah merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran. Tenaga guru salah satu tenaga kependidikan yang mempunyai peran sebagai faktor penentu keberhasilan tujuan pendidikan selain tenaga kependidikan lainnya, karena guru yang langsung bersinggungan dengan peserta didik, untuk memberikan bimbingan yang muaranya akan menghasilkan tamatan yang diharapkan.

Syah (1999:229) menyatakan bahwa “Guru yang berkualitas adalah guru yang berkompetensi, yang berkemampuan untuk melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan layak. Tanggung jawab guru dalam mendidik siswanya menyangkut berbagai aspek yaitu menyangkut tujuan, pelaksanaan, penilaian dan termasuk umpan balik dari penyelenggaraan tugas tersebut. Dalam menjalankan tanggung jawabnya guru harus (1) mempunyai komitmen terhadap siswa dan proses belajarnya, (2) menguasai secara mendalam bahan/mata pelajaran yang diajarkannya serta cara mengajarnya kepada siswa, (3) bertanggung jawab memantau hasil belajar siswa melalui berbagai cara evaluasi, (4) mampu berfikir sistimatis tentang apa yang dilakukan dan belajar dari lingkungan profesinya.

Kualitas guru melalui pelaksanaan tugasnya sebagai pendidik, pengajar, dan pelatih anak didiknya diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berarti bagi pencapaian pendidikan  yang telah ditetapkan. Kualitas guru adalah usaha tertinggi yang dilakukan oleh guru dalam melakukan tugas-tugasnya sebagai guru. Guru yang berkualitas  adalah guru yang (1) dapat melayani pembelajaran secara individual maupun kelompok, (2) mampu memilih dan menggunakan media pembelajaran yang memudahkan siswa belajar, (3) mampu merencanakan dan menyusun persiapan pembelajaran, (4) mengikutsertakan peserta didik dalam berbagai pengalaman belajar, dan (5) menempatkan diri sebagai pemimpin aktif bagi peserta didik (Sahertian,1994).

Pada kenyataannya saya khususnya dan para guru pada umumnya masih banyak guru yang menyiapkan perangkat pembelajaran namun masih kurang maksimal. Banyak guru yang belum melengkapi diri dengan perangkat pembelajaran yang benar-benar sesuai dengan ketentuan yang dilandasi oleh PerMenDikNas No 41 tahun 2007 tentang standar process yang mencakup: perencanaan proses pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil pembelajaran, lebih-lebih mengabaikan prinsip-prinsip penyusunan RPP (Rancangan Persiapan Pembelajaran) yang merupakan elemen penting di dalam peningkatan kompetensi guru dalam pembelajaran.

Penguasaan metode, strategi, pendekatan atau teknik pembelajaran, dan penggunaan media merupakan komponen krusial yang harus dimiliki oleh para guru yang berkompetensi. Penerapan pembelajaran aktif, inovatif, kreativ, efesien, dan menyenangkan (PAIKEM) adalah sosok guru yang dituntut pada era  globalisasi ini.

Dengan demikian guru yang dianggap guru berprestasi adalah guru yang mampu memiliki kompetensi yang diuraikan tersebut diatas. Dalam hal ini Pemerintah memberikan perhatian yang sungguh-sungguh untuk memberdayakan guru tersebut seperti ditetapkan pada Undang-undang no. 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen, pasal 36 ayat 1 mengamanatkan para ”Guru yang berprestasi berhak memperoleh penghargaan”. Penyandangan penghargaan diperoleh melalui gelar historis pemilihan guru berprestasi.

Dengan diselenggarakan ajang pemilihan guru berprestasi, kami, khusunya guru yang terlibat di dalam ajang pemilihan guru berprestasi mendapatkan kesempatan yang luar biasa untuk 1) mengangkat status kami sebagai guru yang terhormat, mulia, dan bermartabat, serta terlindungi; 2) meningkatkan profesionalisme kami dalam melaksanakan tugas profesional; 3) membangun komitment meningkatkan mutu kami sebagai guru serta mutu pendidikan dan pembelajaran secara keseluruhan.

Dengan demikian visi saya sebagai guru berprestasi adalah: 1) berakhlak meraih prestasi, 2) berwawasan global berdasarkan  iptek, 3) arif budaya baik local maupun nasional 4) berkompetensi antara lain : Pedagogik, Kepribadian, Social, dan Kompetensi Professional.

Serta membawa misi sebagai berikut: 1)  Mewujudkan pembelajaran karakter bangsa, 2) Mewujudkan pembelajaran yang berdasarkan kemajuan dan perkembangan jaman,3) Mendidik dengan Hati dan Penuh Keikhlasan dalam Mengembangkan Potensi Peserta Didik Berdasarkan Teori dan Prinsip- prinsip Pembelajaran, 4) Menjunjung Tinggi Etos Kerja dan Kode Etik Guru dengan Prinsip Keteladanan, 5) Berkomunikasi Aktif dan Efektif dengan Komunitas se-Profesi dan Profesi-Profesi Lain serta seluruh Steak Holder, 6) Meningkatkan Profesionalisme Diri dengan mengembangkan materi pelajaran yang diampu secara efektif, kreatif, inovatif, berkarakter, religius, menyenangkan, reflektif, dan berkelanjutan.

B. Prestasi Yang Layak Menjadikan Saya Sebagai Guru SMA Berprestasi

            Pencapaian suatu prestasi memerlukan motivasi tersendiri yang dilatari oleh berbagai faktor seperti tergantung kepentingan yang dibutuhkan oleh si  peraih. Tidak banyak personal yang memiliki motivasi ini kecuali semua kebutuhan terpenuhi atau ada tujuan tertentu bagi yang berkepentingan akan prestasi.Oleh karena itu mencari sosok guru yang dianggap berprestasi bisa dihitung dengan jari, atau banyak guru bisa dianggap cukup berprestasi dengan tingkat penilaian yang relatif, siapa yang menilai, apa kriteria penilaiannya, dan untuk apa penilaian guru berprestasi tersebut diselenggarakan.

Bagi saya sendiri, keputusan untuk menilai diri sendiri sehingga merasa layak disebut guru berprestasi sangat relatif, dimana penilaian saya belum tentu layak bagi orang lain. Sedangkan penilaian guru berprestasi oleh orang lain adalah suatu keputusan yang bijak menurut saya. Oleh karena itu saya beranggapan bahwa saya layak menjadi guru berpresatsi adalah semata-mata penilaian orang lain. Walaupun demikian seluruh usaha yang telah saya lakukan selama saya mengabdi sebagai seorang guru adalah bagian dari tanggung jawab dan tugas mulia tanpa pamerih namun banyak harapan demi peningkatan kualitas pendidikan di sekolah tempat saya bertugas. Berbagai aktivitasseperti pelatihan, seminar, dan yang sejenis yang intinya untuk meningkatkan mutu dalam diri perlu mengisi pengalaman saya sebagai guru yang menjadikan diri saya guru berprestasi. Tabel berikut sekelumit prestasi menghiasi hidup selama bertugas sebagai guru dan bekerja lainnya.

Tabel 1          Jenis Prestasi yang diraih

NO JUMLAH PRESTASI TEMPAT TINGKAT
a

 

1 Kualifikasi Akademik (Beasiswa dari Ford Foundation /Tugas Belajar ke luar negeri untuk meraih S2) Philipines International
b 22 Pendidikan dan Pelatihan di dalam dan luar negeri Indonesia, Australia Sekolah, Kabupaten, Provinsi, Nasional, International
c 1 Prestasi Akademik, lomba pertukaran guru Bali Australia Denpasar, Bali Provinsi
d 3 Sertifikat Keahlian / Keterampilan

 

Denpasar, Bali Provinsi
e 3 Pembimbingan Teman Sejawat

 

Denpasar, Bali Sekolah, Kabupaten
f 46 Pembimbingan Siswa

 

Denpasar, Bali, Jawa Sekolah, Kabupaten, Provinsi, Nasional
g 10 Karya Pengembangan Profesi/karya Tulis: 1) artikel,2) paper, 3) buku, 4) modul/diktat, 5) penelitian

 

Denpasar, Philipines Sekolah, Kabupaten, Provinsi, Nasional, International
h 5 Media dan Alat Pembelajaran: 1) power point, 2) Video, 3) Blogging, 4) Web di bawah British Council

 

Denpasar, Jakarta, British Sekolah, Kabupaten, Provinsi, Nasional, International
i 22 Forum ilmiah Denpasar, Singaraja, Solo, Jogja, Jakarta, Philippine. Sekolah, Kabupaten, Provinsi, Nasional, International
j 56 Pengalaman Mendapat Tugas Tambahan

 

Denpasar, Singaraja, Malang. Sekolah, Kabupaten, Provinsi, Nasional, International

 

Pepatah mengatakan pengalaman adalah guru yang terbaik dalam perjalanan kita meniti karier. Bertolah dari kata mutiara inilah motivasi saya untuk mengetahui berbagai jenis pekerjaan yang kira-kira mampu saya lakukan sesuai dengan kompetensi yang saya miliki. Sejak menyelesaikan studi di Universitas Pendidikan Ganesha yang dulunya masih berlabel Universitas Udayana pada fakultas keguruan dan Pendidikan pada jurusan Bahasa Inggris dan Seni pada tahun 1988 lalu, sambil menunggu pekerjaan yang lebih meyakinkan diri untuk stedi, saya bekerja di sebuah hotel berbintang 3 dikawasan Legian dengan posisi sebagai receptionist atau di bagian kantor depan. Pekerjaan ini memberikan saya banyak pelajaran dan pengalaman tentang perhotelan  khususnya hospitality yang pada akhirnya sangat bermanfaat untuk mengembangkan personal development saya sebagai guru dalam menghadapi peserta didik dan menghadapi personal lainnya yang berhubungan dengan pelayanan publik.

Bekerja disebuah hotel dapat meningkatkan kemampuan berkomunikasi dengan orang asing dengan menggunakan bahasa asing karena itu latar belakang akademis yang saya peroleh di perguruan tinggi. Pengalaman ini tidak menghentikan saya untuk ingin tahu lebih tentang pekerjaan lainnya. Berawal dari keinginann untuk menambah pendapatan, serta pengalaman kerja yang bervariasi menuntun saya untuk mencari pengalaman di bidang lain sehingga sambil bekerja dihotel sesekali waktu saya meluangkan waktu untuk mengajar di IEC Jakarta Cabang Denpasar.

Bekerja di informal courcse ini memberikan pengalaman luar biasa. Disamping pendapatan yang lumayan tinggi pada jaman itu muntuk menutupi kebutuhan hidup, pekerjaan ini memberi saya banyak pengalaman bermanfaat yang tak terlupakan. Selama bekerja sebagai guru disini perusahaan memberikan kesempatan besar untuk mengembangkan diri baik dalam hal pengembangan kompetensi sebagi guru informal school tetapi juga banyak memberikan pelatihan SDM dan personal development. Dengan diselenggarakannya seminar, pelatihan, dan simposioum tahunan berkeliling Indonesia disamping meningkatkan kompetensi dan profesionalisme ajang pertemuan tahunan di berbagai wilayah Indonesia juga memberikan pengalaman diri saya tentang pengenalan Wilayah Indonesia lainnya selain Bali. Namun pengalaman ini tidak membuat saya puas untuk mengenal lebih banyak variasi pengalam kerja dan hidup lainnya. Pada tahun 1992 tibalah saatnya saya mengikuti proses penerimaan PNS (guru), sehingga saya menjadi guru 100% pada tahun 1993 yag mengharuskan diri saya mohon diri dari IEC Jakarta.

Di tahun 1993, memulai profesi sebagai guru SMA N I Kuta. Keiginan besar untuk mengetahui berbagai pekerjaan lainnya saya sempat mengambil waktu luang untuk mengajar sebagai staf dosen di Universitas DwiJendra di fakultas Pertanian dan Fakultas Komunikasi mengajar Bahasa Inggris. Instansi pendidikan ini juga memberikan saya peluang banyak mengenal civitas akademika Universitas Dwijendra, bersamaan dengan ini sebuah NGO (Non-Goverment-Organisation) PIB/Proyek Irigasi Bali dibawah Projectnya Bank Dunia saya direkrut sebagai tenaga lapangan (data collector) dalam projectnya yang dihandle oleh PIB. Organisasi ini memberikan saya banyak pembelajaran dalam bidang penelitian diberbagai bidang disiplin ilmu. Saya harus menelusuri wilayah Bali untuk mengumpulkan data untuk penelitian pada project tersebut. Sungguh pengalaman luar biasa yang saya dapatkan disini. Selain mengenal kondisi geografis diberbagai pelosok wilayah Bali saya juga mengenal masyarakat desa dimana tempat saya memperoleh data.

Aktivitas saya ini belum sampai disini, sambil sesekali bertugas kelapangan mengumpukan data saya juga masih sempat-sempatnya meluangkan waktu untuk mengajar sebagai staf dosen di Sekolah Tinggi pariwisata Dyana Pura hingga tahun 1997 saya harus meninggalkan Bali untuk mengikuti Study ke Philippine setelah mengikuti test penerimaan bea siswa yang diselenggarakan oleh universitas Ateneo De manila University dan Institute Philipine Culture yang di sponsori oleh Ford Foundation. Dengan status tugas belajar saya diijinkan untuk melanjutkan study untuk meraih gelar master dibidang Sociology anthropologi pada jurusan social development. Pembelajaran di luar negeri dimana kelompok bea siswa ini merupakan kumpulan mahasiswa yang memperoleh beasiswa dari ford Foundation, melalui test ketat yang diselenggarakan oleh Universitas bersangkutan. Dengan berkumpulnya mahasiswa dari berbagai negara memberikan pengalaman yang sungguh tak terlupakan karena saya bisa mengenal teman-teman dari berbagai negara dengan latar belakang budaya yang beragam namun tidak membatasi kami untuk mempelajari, bergaul dari mahasiswa dengan latar belakan social budaya dari berbagai negara yang berbeda. Tamatan studi ini kami diharapkan untuk menjadi researcher dibidang social and anthropolgi dimana pun kami bertugas. Hingga akhir tahun 2000 kami kembali ke negara-masing-masing untuk kembali mengabdikan diri pada negaranya masing-masing.

Sekembalinya ke Indonesia saya sempat mengabdikan diri di Pusat Penelitian Universitas Udayana sebagai researcher sekaligus mengajar sebagai staf dosen di salah satu fakultas di Universitas Udayana sembari melakukan penelitian dalam team di instansi ini. Dalam waktu yang bersamaan pula saya masih sempat-sempatnya ngajar di Mappindo Tria Atma Jaya sebagai staf dosen mengajar bahasa inggris. Dalam beberapa tahun berpengalaman mengajar di berbagai Perguruan Tinggi memberikan pelajaran yang cukup berarti bagi saya untuk memahami berbagai metode, strategi, tecnik dan model pembalajaran yang bisa memberikan cara yang inovatif, creatif, efektif, dan menyenangkan di dalam proses pembelajaran. Hingga akhirnya keluarnya Permen Dik Nas no 18 Tahun 2007 tentang sertifikasi guru memicu saya untuk lebih menigkatkan kompetensi saya untuk menjadikan diri saya sebagai guru yang profesional. Dengan lebih banyak memfokuskan diri pada proses pembelajaran di SMA N  I Kuta Utara, saya menyiapkan diri untuk  program sertifikasi guru di tahun 2011. Ringkasan pengalaman kerja terlihat pada tabel berikut.

 

NO. NAMA SEKOLAH/PERGURUAN TINGGI/PERUSAHAAN BIDANG /BIDANGSTUDI /

MATA KULIAH/

LAMA MENGAJAR/BEKERJA

(mulai tahun … s.d. tahun …. )

a Karyawan Hotel Berbintang di Kawasan Legian Front Office (Receptionist) 1988-1993
b Intensive English Course Jakarta Cabang Bali Bahasa Inggris 1988-1996
c PIB (Project Irrigasi Bali) /Non Goverment Organisation Researcher /Peneliti 1994-1997
d Universitas Dwijendra Bahasa Inggris 1994-1999
e Dhyana Pura Pusat Pendidikan dan Latihan Pariwisata Bahasa Inggris 1996-1997
f Universitas Udayana Bahasa Inggris dan Sosiology 2000-2002
g Manajemen Pariwisata Indonesia (MAPINDO) Bahasa Inggris Professional&Bahasa Inggris General 2000-2008
h Extensi Fakultas Pertanian UNUD Bahasa Inggris dan Sosiology 2000-2002
i Sekolah Tinggi Pariwisata (STIPAR)Triatma Jaya Bahasa Inggris Professional&Bahasa Inggris General 2001-2006
j SMA N I KUTA UTARA Bahasa Inggris 1993-sekarang

 

C. Prestasi Dalam Berkeluarga dan Bermasyarakat

 

Keluarga adalah wadah komunitas terkecil di sebuah negara, oleh karena itu keberadaan sebuah keluarga amatlah penting sebagai wadah untuk mengarungi bahtera kehidupan. Dengan dianugrahi dua orang anak dan suami yang pengertian merupakan anugerah terbesar bagi saya untuk bisa mengarungi lautan kehidupan yang penuh dengan tantangan baik intern keluarga, lokal maupun global.

Melakukan berbagai aktivitas untuk memenuhi kebutuhan hidup yang bertujuan untuk meningkatkan status ekonomi dan berdampak pada status social adalah routinitas yang kami lakukan di dalam keseharian. Dengan dianugrahi kesempatan untuk mengabdi mendidik anak bangsa dengan upah yang layak saya terima cukup untuk membantu keluarga memenuhi kebutuhan keluarga baik kebutuhan pokok, pendidikan ataupun kebutuhan social / bermasyarakat. Setelah apa yang saya lakukan untuk keluarga terutama anak saya yang kuliah di sebuah Universitas besar di Indonesia (Universitas gajah Mada) menelorkan kebanggaan bagi keluarga. Anak ini menyelesaikan studinya dengan predikat kumlaude dan satu bulan setelah pelepasan di universitas, anak ini diterima bekerja di sebuah Perusahaan milik negara yaitu BRI Pusat Jakarta. Sungguh anugerah Tuhan!!!

Semua warga Bali menyadari Kehidupan bermasyarakat di Bali menyita banyak waktu, tenaga dan biaya. Walaupun demikian kita selaku anggota masyarakat adat tidak mampu memungkiri atau menghindar karena itu merupakan warisan budaya dari leluhur kita yang harus dijaga kelestariannya. Oleh karena itu hidup bermasyarakat adat di Bali sangat terintegrasi ke dalam kehidupan warga Bali yang harus dilanjutkan. Saya sendiri selaku warga adat di sebuah desa adat di Mengwi, Badung yang praktik adatnya masih sangat kental dilestarikan oleh warganya mewajibkan saya untuk terlibat di dalamnya untuk bergabung di berbagai aktivitas adat yang diselenggarakan oleh warga adat bersangkutan. Sesekali waktu saya ditugaskan untuk mengambil beberapa peran seperti wakil ketua PKK Desa Dinas , kemudian penanggung jawab terselengaranya pelaksanaan adat seperti piodalan disebuah pura desa (penyarikan).

Jadi menurut saya, keberhasilan sebuah keluarga baik dari aspek ekonomi, status, social dan budaya tidak terlepas dari peran lingkungan masyarakat sekitar. Oleh karena itu hidup bermasyarakat yang harmonis adalah sangat penting untuk diraih untuk mendukung pembangunan di berbagai aspek di wilayah NKRI.  Pada tabel berikut meringkas kegiatan adat dan sosial yang pernah saya alami.

Tabel 2. Pengalaman Berorganisasi dan Pengabdin Masyarakat

NO. NAMA ORGANISASI TAHUN JABATAN TINGKAT
1) PGRI 1995-sekarang Anggota Kabupaten
2) Suka Duka 1993-1997 Ketua Sekolah
3) PKK Desa 1998-2006 Wakil Ketua PKK Desa Dinas
4) PKK Banjar 1996-sekarang anggota Banjar Dinas
5) Koperasi Pegawai Negeri Artha Nadhi 1993-sekarang Anggota Sekolah

 

6) Desa adat/pekraman Pande, Munggu 2001-2011 Penyarikan Desa adat Pande, munggu
7) Desa adat/pekraman Pande, Munggu 2011 Panitia Upacara Ngenteg Linggih di Pura kahyangan Tiga Desa adat Pande, Br. Dukuh Pandean, Munggu
8) Koperasi KSU ”Sarining Penga Wetu Artha” Br. Dukuh Pandean, Munggu. 2002-sekarang Anggota Desa Adat /Pekraman

 

NO. NAMA KEGIATAN TEMPAT TAHUN PENYELENGGARA
1) Berpartisipasi dalam :”Utsawa Dharma Gita” Abian semal 2003 Desa Adat Pande Kabupaten Badung
2) Berpartisipasi dalam: ”Penanaman Tanaman Langka di Banjar Bebali Kelod, Desa Brembeng, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan” Banjar Bebali Kelod, Desa Brembeng, Kecamatan Selemadeg, Kabupaten Tabanan” 2001 Universitas Udayana
3) Berpartisipasi dalam: ”Penanaman Pohon suci (cempaka) di jaba Pura Sakenan” Sakenan, Denpasar Selatan, Bali 2005 SMA N I KUTA

 

D. Harapan Dan Rencana Kegiatan Masa Depan

Memiliki harapan pendidikan masa depan sangatlah krusial, empat pilar pendidikan seperti yang digariskan oleh UNESCO yaitu: (1) learning to Know, (2) learning to do (3) learning to be, dan (4) learning to live together  harus melandasi para guru di dalam meraih cita-citanya sebagai guru yang berprestasi. Pilar ini berlaku bagi semua insane yang ingin meningkatkan mutu dalam dirinya sebagai guru yang berpresatsi dan professional.

Untuk itu semua, pendidikan di Indonesia diharapkan diarahkan pada peningkatan kualitas kemampuan intelektual dan profesional serta sikap, kepribadian dan moral. Dengan kemampuan dan sikap manusia Indonesia yang demikian maka pada gilirannya akan menjadikan masyarakat Indonesia masyarakat yang bermartabat di mata masyarakat dunia.

Dengan adanya masyarakat guru yang bermartabat di masyarakat dunia akan memotivasi manusia Indonesia, khusunya para guru untuk bekerja lebih optimal sehingga bertampak pada tugas profesionalnya  untuk pencapaian layanan mutu pendidikan yang optimal. Memang, setiap profesi memilik hak, kewajiban, kewenangan, dan tanggung jawab masing masing. Dalam rangka mencapai mutu yang tinggi dalam bidang pendidikan, peranan guru sangatlah penting bahkan sangat utama. Di sekolah, guru memikul tanggung jawab untuk mencerdaskan siswanya. Untuk itu, maka profesionalisme guru harus ditegakkan dengan cara pemenuhan syarat-syarat kompetensi yang harus dikuasai oleh setiap guru, baik di bidang penguasaan keahlian materi keilmuan maupun metodologi. Guru harus bertanggung jawab atas tugas-tugasnya dan harus mengembangkan kesejawatan dengan sesama guru melalui keikutsertaan dan pengembangan organisasi profesi guru. Untuk mencapai kondisi guru yang profesional, para guru harus menjadikan orientasi mutu dan profesionalisme guru sebagai etos kerja mereka dan menjadikannya sebagai landasan orientasi berperilaku dalam tugas-tugas profesinya. Karenanya, maka kode etik profesi guru harus dijunjung tinggi.

Peningkatan mutu dalam diri sepanjang hayat untuk profesionalisme guru yang sustainable mendasari prinsip saya sebagai seorang guru. Guru berwawasan global yang mampu memecahkan masalah hidup yang kian terdesak oleh gencarnya gilasan globalisasi merupakan tantangan bagi saya. Oleh karena itu berbagai upaya untuk mendukung penerobosan dunia global adalah acuan saya kedepan di dalam melaksanakan tanggung jawab dan tugas mulia ini. Namun sudah tentu usaha ini hendaknya mendapat dukungan baik dalam bentuk materiil maupun moril dari semua pihak yang berkepentingan. Adanya kerja sama yang baik dan dukungan dari berbagai pihak memungkinkan terwujudnya guru yang professional yang mampu berdiri sejajar dengan para insane pendidik di seluruh belahan bumu ini.

E. Penutup

Penganugerahan penghargaan terhadap guru yang berbrestasi melalui historis seleksi guru berprestasi dari tingkat satuan pendidikan sampai ke tingkat nasional memberi peluang para guru untuk berkompetisi menunjukkan prestasi-prestasi yang telah diraih. Penyandangan penghargaan guru berprestasi terhadap seorang guru dapat mengangkat martabat serta harga diri bagi seorang guru yang meraihnya. Status ini berdampak positif pada guru itu sendiri untuk memotivasi diri untuk selalu meningkatkan kualitas diri sebagai guru yang professional.  Oleh karena itu ajang seperti ini membuka peluang bagi guru itu sendiri khususnya saya untuk memperlihatkan seluruh usaha selama menjadi seorang guru. Namun moment ini mengundang berbagai pertanyaan dari banyak pihak, apa konsekwensi bagi para guru yang telah dianugerahkan penghargaan ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s