MENINGKATKAN KUALITAS PBM

MENINGKATKAN KUALITAS
PROSES PEMBELAJARAN DARI SISI GURU

Seorang pakar pendidikan dari Universitas Harvard (Theodore R. Sizer ) membagi pendapatnnya tentang bagaimana meningkatkan kualitas proses pembelajaran ditinjau dari guru itu sendiri. Beliau memaparkan bahwa proses pembelajaran akan lebih baik salah satunya adalah factor karakter guru itu sendiri. Dengan demikian peningkatan mutu pendidikan seperti salah satunya peningkatan kualitas guru itu sendiri juga sangat penting memegang peranan. Namun seminar-seminar atau diklat-diklat yang sering diselenggarakan akhir-akhir ini karena berkaitan dengan sertifikasi guru baru sampai pada kurikulum, kualifikasi guru, atau sarana dan prasarana yang berkaitan dengan peningkatan mutu pendidikan. Jika kita telah apa yang yang dimaksud oleh Thodore R. Sizer, bahwa peningkatan kulaitas guru sangatlah penting diperhatikan dan ditindak lanjuti demi tercapainnya kualitas pendidikan yang lebih baik. Ada tiga hal yang perlu dihetahui guru dan setidaknya diamalkan di dalam proses pembelajaran.
1. Guru itu sebaiknya memelikiki latar belakang pengetahuan dan berwawasan luas atau menguasai materi sehingga metode atau strategi apapun yang diterapkan di dalam proses pembelajaran guru bersangkutan bisa menanganinya. Pengetahuan yang cukup dan wawasan yang luas tidaklah melulu urusan untuk keperluan pembelajaran di dalam kelas saja yang hanya diperlukan oleh kaum pelajar yang sedang menimba ilmu pengeathuan, namun pengetahuan dan wawasan semestinya dipandang sebagai cara hidup, gaya hidup, dan kebutuhan hidup. Pengetahuan apapun itu tidak harus berhunbungan denagn materi yang dipegang oleh guru yang bersangkutan penting untuk diketuhi karena ini akan sangat bermanfaat digunakan dalam kehidupan sehari-hari untuk memecahkan masalah kehidupa, untuk mencari nafkah, berkehidupan social dan sebagainnya. Oleh karena itu apapun bidang studi yang dipegang oleh guru bersangkutan , mereka tidak seharusnya mengetahui sebatas bidang ilmu itu saja.
2. Kedua, menjadi guru yang mampu berintegrasi dengan siswa. Guru itu harus jujur, berprinsip, dan berterus terang. Sifat seperti ini tidak hanya harus dimilki oleh seorang guru namun setiap insan untuk menjalankan kehidupan yang baik. Dalam hal ini bagi guru karena mereka harus hidup bersosialisasi denagn insane-insan lainya di sekolah lebih-lebih di dalam kelas yang merupakan kumpulan insane-insan yang bervariasi kelasnya baik secara status dan ekonomi, karakter, dan tingkah laku. Lebih-lebih khususnya guru siswa sekolah menengah dimana kelompok umur siswa yang ditangani kelompok masa remaja yaitu masa anak-anak yang cendrung pembrontak. Maka dengan demikian guru yang diperlukan disini adalah guru yang bisa berbaur denagn cara atau gaya hidup anak muda sehingga seolah-olah tidak ada perbedaan dengan mereka dari segi apapun. Jika guru bisa bersatu dengan kelompok umur mereka dan memahami cara dan gaya hidup mereka maka siswa akan merasa lebih dekat dengan kita karena mereka menganggap kita (guru sepaham dan menerima cara dan gaya hidup mereka. Secara otomatis siswa tidak menyadari proses pembelajaran sedang berlangsung karena kesan prosesnya tidak terlalu formal dan tidak ada gap antara guru dan siswa,
3. Ketiga, guru sebaiknya mampu berkomunikasi dengan siswa. Sudah jelas disini guru harus menykai siswa yang tergolong kelompok pemuda, menikmati gelora mudanya yang cendrung agresif, banyak bertanya yang kadang hanya untuk memperoleh perhatian dari guru atau mencari sensasi supaya mendapat perhatian, dan tingkah laku sejenisnya yang tergolong karakter atau tingkah laku anak muda. Ini berarti guru harus mampu mengempati siswa atau melihat sesuatu apa yang dilihat siswa itu baik menurutnya. Dengan jelas guru harus menjadi pendengar yang baik dan menmpatkan siswa pada kepercayaan diri baik dalam pembelajaran di sekolah maupun dalam kehidupannya kelak. Karena guru juga manusia bukan mesin yang hanya bekerja sebagai pentransfer pengetahuan tapi juga mendidik dan membimbing dan membentuk karakter dan tingkah laku yang positip yang akan bisa diterapkan di kehidupan kelak.

Beberapa cara menerapkan ke tiga cirri guru yang baik:
• Menghafal nama siswa dan memanggil denagn namanya.
• Beri salam hangat setiap bertemu atau bertatap muka.
• Berkunjung kerumah atau bisa membuat pertemuan untuk diajak ngobrol.
• Ikut bersimpati atau berbagi perasaan tentang apa yang dicemaskan siswa baik berkenaan denagn masalah di sekolah atau di rumahnya.
• Jangan mencela atau member ungkapan sarkasme walaupun siswa berbuat kesalahan baik verbal atau non verbal.
• Jangan menyinggung ke hal-hal bersifat terlalu pribadi.
• Jangan menghina atau mencela kesalahan yang diperbuat.
• Mintalah alasan atas perbuatan atau tingkah laku anah yang telah diperbuat.
• Jangan pernah terlambat ke kelas untuk keperluan rpibadi.
• Kembalikan tugas atau lembar kerja siswa secepatnya.
• Minta siswa selalu bekerja rapid an mengumpulkan tugas tepat waktu.
• Tekankan keseriusan belajar dan bedakan denagn kelakar atau bercanda pada saat prose pembelajaran berlangsung
• Minta siswa untuk selalu berfikir positip dan jelas
• Menjadi teman bagi siswa untuk menciptakan hubungan yang lebih dekat pada pembelajaran berikutnya.
• Jangan melabel siswa yang bersalah seterusnya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s